TENISMEJA.NET – Ketika Josh Asbury mewakili daerahnya dalam ajang Butterfly Schools National Individual Finals bulan ini, pertandingan tersebut bukan sekadar kompetisi biasa. Bagi remaja berusia 13 tahun ini, turnamen tersebut merupakan tonggak besar dari sebuah perjalanan yang luar biasa.
Hanya berselang setahun setelah Josh membunyikan lonceng seremoni di Rumah Sakit Worcester Royal—tanda berakhirnya pengobatan kanker yang dijalaninya—ia kini bersiap menghadapi talenta-talenta terbaik Inggris di Wolverhampton pada 25 April mendatang.
Josh didiagnosis menderita T-cell lymphoblastic lymphoma pada tahun 2021, sebuah kondisi yang awalnya sempat dikira sebagai efek Long Covid. Sebelum jatuh sakit, Josh adalah remaja yang sangat aktif berolahraga, namun kerasnya efek kemoterapi membuat tubuhnya melemah hingga ia harus sempat menggunakan kursi roda.
Saat mulai bisa kembali berdiri, Josh merasa terlalu lemah untuk kembali ke olahraga lamanya, sepak bola. Di tengah keraguan itulah, ia menemukan tenis meja.
“Saya ingin mencoba olahraga baru karena saya baru saja bertransisi keluar dari kursi roda. Saya mencoba menggunakan robot (pelontar bola) dan belajar memegang bat. Saya sangat menikmatinya, jadi saya bertahan,” kenang Josh.
Dengan bimbingan pelatih Ken Baker dan John McKay di Littleton Table Tennis Club, perkembangan Josh sangat pesat. Meski di tengah pengobatan kemoterapi yang melelahkan, Josh menunjukkan dedikasi yang mencengangkan.
Ibunya, Heather, mengenang momen-momen mengharukan saat Josh tetap bersikeras mengikuti turnamen. “Pernah hanya dua hari setelah kemoterapi, kami berada di turnamen. Dia bekerja sangat keras, terkadang harus lari keluar sebentar untuk muntah karena efek obat, lalu masuk lagi ke lapangan untuk bertanding. Dia benar-benar seorang pejuang,” tuturnya.
Perjuangan itu membuahkan hasil manis. Pada Januari lalu, Josh memenangkan turnamen Worcestershire Schools U13 Boys setelah melewati final yang sengit. Ia juga dianugerahi gelar Junior Player of the Tournament atas determinasi luar biasanya.
Sebagai bentuk syukur atas kesembuhannya, keluarga Josh merayakan berakhirnya pengobatan dengan pesta bertema tenis meja di rumah sakit, lengkap dengan pesan-pesan motivasi dari para perawat yang ditulis di atas bola tenis meja. Tak hanya itu, mereka juga menyumbangkan sebuah meja luar ruangan (outdoor table) untuk rumah sakit agar pasien lain dapat menikmati olahraga yang telah membantu pemulihan Josh.
Kini, dengan semangat yang kembali membara, Josh menatap babak final nasional dengan penuh percaya diri. Namun, ambisinya tidak berhenti di sana.
“Ini ambisi yang sangat besar, tapi saya sangat ingin bisa sampai ke Olimpiade. Setidaknya saya ingin mencapai level tertinggi yang saya bisa,” tegas Josh.
Kisah Josh Asbury adalah bukti nyata bahwa keterbatasan fisik dan penyakit berat sekalipun tidak mampu mematikan semangat jika seseorang memiliki tekad yang kuat dan dukungan yang tepat.***
Source: tabletennisengland.co.uk
