TENISMEJA.NET – Kejutan besar mewarnai babak 16 besar turnamen tenis meja internasional WTT Contender Lagos 2026. Bertanding di Sir Molade Okoya Thomas Indoor Sports Hall pada Jumat (22/5/2026) malam waktu setempat, petenis meja putri asal India, Ayhika Mukherjee, sukses membalikkan semua prediksi dengan menumbangkan pemain unggulan.
Mukherjee yang kini menduduki peringkat 105 dunia, tampil tanpa beban saat menantang unggulan ke-8 turnamen asal Kanada, Mo Zhang, yang bertengger di peringkat 56 dunia. Di luar dugaan, Mukherjee menyudahi perlawanan Zhang lewat kemenangan mutlak tiga game langsung dengan skor 11-2, 11-4, dan 12-10.
Sejak awal laga di Infinity ∞ Arena, Mukherjee langsung mendominasi jalannya pertandingan. Pukulan-pukulan taktisnya membuat Zhang kesulitan mengembangkan permainan, sehingga dua game pertama berhasil diamankan Mukherjee dengan skor mencolok.
Ujian mental baru terjadi di game ketiga ketika Zhang mulai memberikan perlawanan sengit dan sempat mengemas game point. Namun, Mukherjee tetap tenang di bawah tekanan, menyelamatkan poin kritis tersebut, dan langsung mengunci kemenangan dramatis untuk menggagalkan momentum kebangkitan lawan.
Kemenangan ini membawa arti besar bagi karier petenis meja berusia 28 tahun tersebut. Ini merupakan kali ketiga bagi Mukherjee berhasil melangkah melampaui babak 16 besar di level turnamen WTT Contender.
Menariknya, pencapaian terbaik Mukherjee sepanjang kariernya di dunia pingpong internasional terjadi di tempat yang sama, yakni saat ia berhasil menembus babak semifinal WTT Contender Lagos dua tahun lalu. Dengan performa impresif yang ditunjukkannya saat ini, bukan tidak mungkin Mukherjee dapat melangkah lebih jauh ke babak final atau bahkan mengamankan gelar juara.
Ketegangan di sektor Tunggal Putri (Women’s Singles) berlanjut lewat duel ketat antara petenis meja peringkat 38 dunia, Elizabeta Samara (Rumania), melawan wakil Jerman, Franziska Schreiner. Melalui laga melelahkan yang menguras emosi, Samara akhirnya menang tipis 3-2 (9-11, 14-12, 3-11, 14-12, 13-11).
Schreiner yang berada di peringkat 173 dunia dipastikan terpukul dengan kekalahan ini. Pasalnya, atlet Jerman tersebut sempat membuang dua kali kesempatan game point di game kedua dan gagal memanfaatkan keunggulan 7-9 di game keempat.
Puncaknya pada game penentu, Schreiner sempat memimpin 10-9 dan mencetak tiga angka beruntun. Namun, ia kembali menyia-nyiakan dua kali kesempatan match point hingga akhirnya Samara membalikkan keadaan di poin-poin tua.
Sementara itu dari sektor Tunggal Putra (Men’s Singles), para pemain unggulan teratas masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya. Unggulan pertama asal Denmark, Anders Lind, sukses melaju ke babak berikutnya usai mengatasi perlawanan Mudit Dani dengan skor 3-1 (9-11, 11-2, 11-6, 11-5).
Langkah manis Lind juga diikuti oleh unggulan kedua asal Prancis, Thibault Poret. Poret melangkah mulus ke perempat final setelah menghentikan perlawanan pemain muda Korea Selatan, Kim Gaon, lewat kemenangan 3-1 (7-11, 12-10, 11-5, 11-7).***
Sumber: WTT
