TENISMEJA.NET – World Table Tennis (WTT) menyatakan tengah memantau secara ketat perkembangan situasi di Timur Tengah serta potensi dampaknya terhadap komunitas tenis meja dunia dan agenda turnamen mendatang.
Dalam pernyataan resminya, WTT menyampaikan keprihatinan terhadap seluruh pihak yang terdampak konflik di kawasan tersebut. Organisasi itu menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan atlet, pelatih, ofisial, staf, serta penggemar menjadi prioritas utama.
Setelah melakukan peninjauan bersama panitia lokal, WTT memutuskan untuk menjadwalkan ulang dua ajang dalam kalender WTT Youth Series 2026 sebagai langkah pencegahan.
Dua turnamen yang terdampak adalah WTT Youth Contender Riyadh 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret–3 April 2026 di Riyadh, Arab Saudi.
Turnamen lainnya adalah WTT Youth Contender Sulaymaniyah 2026 yang sebelumnya direncanakan digelar pada 22–25 April 2026 di Sulaymaniyah, Irak.
WTT menyebutkan bahwa tanggal baru untuk kedua turnamen tersebut akan diumumkan setelah proses koordinasi dengan penyelenggara lokal rampung.
Organisasi ini juga mengakui bahwa perubahan jadwal dapat memengaruhi rencana dan persiapan atlet sepanjang musim 2026. Meski demikian, WTT berkomitmen untuk bekerja sama secara erat dengan seluruh pihak guna mencari waktu terbaik dalam kalender kompetisi.
Selain faktor keamanan lokal, WTT turut mempertimbangkan aspek perjalanan internasional yang lebih luas, termasuk potensi gangguan penerbangan dan mobilitas atlet.
WTT memastikan akan terus mengevaluasi perkembangan situasi di Timur Tengah serta menyampaikan pembaruan informasi kepada asosiasi anggota dan para atlet sesuai kebutuhan.
Keputusan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif WTT untuk menjaga stabilitas kompetisi global tenis meja di tengah dinamika geopolitik kawasan.***
Source: www.worldtabletennis.com
