TENISMEJA.NET – Kejutan besar mengguncang perhelatan ITTF World Team Table Tennis Championships Finals London 2026 Presented by ACN.
Unggulan utama turnamen, Swedia, secara mengejutkan dipaksa angkat koper lebih awal setelah kalah tipis 2-3 dari Chinese Taipei dalam laga perempat final yang berakhir dramatis pada Kamis malam di OVO Arena Wembley.
Swedia sebenarnya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Grup 1 dengan rekor sempurna, termasuk kemenangan bersejarah atas juara bertahan China di babak penyisihan.
Namun, perjalanan tim raksasa Eropa tersebut justru harus terhenti di tangan Chinese Taipei yang sebelumnya finis di posisi terbawah Grup 2.
Bintang Chinese Taipei, Lin Yun-Ju, menjadi aktor utama di balik runtuhnya dominasi Swedia. Pemain berjuluk “Silent Assassin” ini membuka keunggulan timnya dengan menundukkan andalan Swedia, Truls Moregard, lewat kemenangan tiga gim langsung (11-8, 11-9, 13-11).
Kejutan berlanjut saat pemain muda berbakat berusia 17 tahun, Kuo Guan-Hong, secara luar biasa mampu membalikkan keadaan saat melawan Anton Kallberg. Meski sempat tertinggal dua kali, Kuo sukses mengunci kemenangan di gim penentu (4-11, 11-8, 8-11, 11-9, 11-7) dan membuat Swedia berada di ambang kekalahan.
Swedia sempat memberikan harapan bagi para pendukungnya melalui Elias Ranefur. Pemain peringkat 70 dunia itu tampil tenang dan menang 3-1 atas Feng Yi-Hsin.
Harapan tersebut semakin membesar ketika Truls Moregard berhasil menebus kekalahannya di partai keempat dengan menumbangkan Kuo Guan-Hong (11-6, 11-8, 12-10).
Skor imbang 2-2 membuat laga harus ditentukan di partai kelima. Namun, Lin Yun-Ju kembali tampil tanpa celah. Menghadapi Anton Kallberg, Lin menunjukkan kelasnya dan menang telak (11-8, 11-9, 11-5), sekaligus memastikan tiket semifinal bagi Chinese Taipei.
Kekalahan menyakitkan ini membuat Swedia harus menunggu lebih lama lagi untuk meraih gelar juara dunia ke-6 mereka di kategori putra.
Hasil ini juga memperpanjang catatan buruk Swedia yang gagal menembus podium dalam tiga edisi terakhir Kejuaraan Dunia Tenis Meja Beregu, di mana medali terakhir mereka (perunggu) diraih pada tahun 2018.
Sebaliknya, bagi Chinese Taipei, kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian paling bersejarah yang membawa mereka selangkah lebih dekat menuju perebutan gelar juara di London.***
Sumber: WTT
