TENISMEJA.NET – Hari pertama babak utama (main draw) turnamen tenis meja internasional WTT Contender Lagos 2026 langsung menyajikan drama tingkat tinggi. Sang juara bertahan di sektor Tunggal Putra, Anders Lind, nyaris angkat koper lebih awal setelah dipaksa memeras keringat secara dramatis pada laga pembukanya, Kamis (21/5/2026).
Petenis meja asal Denmark tersebut sukses melakukan comeback fantastis untuk meredam ambisi besar wakil Rumania, Iulian Chirita. Melalui pertarungan lima game yang menegangkan, Lind akhirnya mengunci kemenangan dengan skor akhir 3-2 (10-12, 6-11, 11-3, 11-9, 12-10).
Lind, yang pada edisi 2025 tampil sangat dominan, kali ini dibuat tidak berkutik pada dua game awal. Chirita yang menduduki peringkat 80 dunia tampil menekan dengan pukulan-pukulan cepat dan tajam yang gagal diantisipasi oleh Lind, membuat sang unggulan pertama tertinggal dua game langsung.
Meski Lind mampu memperpanjang napas dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2, nasib buruk tampaknya kembali mengintai di game penentu. Chirita tampil sangat percaya diri dan berhasil memimpin jauh hingga kedudukan 7-10. Keadaan ini membuat Chirita berada di atas angin dengan mengantongi tiga kali match point.
Namun, mental juara Anders Lind berbicara di saat kritis. Secara luar biasa, ia berhasil menyapu bersih lima poin beruntun di bawah tekanan yang luar biasa berat. Lind menutup laga secara spektakuler lewat sebuah pukulan forehand keras dari sisi backhand meja yang gagal dikembalikan Chirita.
Skenario mendebarkan ternyata tidak hanya dialami oleh Lind. Di bagan undian bawah, unggulan kedua asal Prancis, Thibault Poret, juga harus mengeluarkan magisnya di menit-menit akhir untuk menjaga asa juara tetap hidup.
Poret sempat tertinggal 1-2 dari Martin Allegro sebelum akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan untuk membungkus kemenangan 3-2 (12-10, 9-11, 4-11, 11-8, 11-8). Poret, yang memegang reputasi sebagai dua kali runner-up di level WTT Star Contender, menjadi salah satu nama besar yang difavoritkan untuk pecah telur meraih gelar juara di Lagos. Pada babak berikutnya, ia akan ditantang oleh Kim Gaon yang lolos usai membekuk Milo De Boer 3-1.
Sajian comeback tidak kalah seru juga tersaji di sektor Tunggal Putri melalui duel sengit antara Saki Shibata (Jepang) melawan Gaia Monfardini (Italia). Berhubung kedua pemain hanya terpaut 11 strip dalam ranking dunia ITTF, laga ini memang sudah diprediksi akan berjalan ketat sejak awal.
Monfardini sejatinya sudah berada di ambang kemenangan setelah unggul dua game awal dan memimpin poin 8-9 pada game ketiga. Namun, Shibata berhasil mengubah arah angin.
Usai mencuri kemenangan tipis di game ketiga, petenis meja Jepang tersebut tampil tanpa ampun pada game keempat dan kelima guna memastikan keunggulan total menjadi 3-2 (9-11, 7-11, 11-9, 11-5, 11-5).***
Sumber: WTT
