TENISMEJA.NET – Para bintang tenis meja asal Chinese Taipei tampil luar biasa dan mendominasi podium tertinggi dalam gelaran WTT Feeder Hennebont 2026. Dua pebalas meja andalan mereka, Feng Yi-Hsin dan Yeh Yi-Tian, sukses mengawinkan gelar juara setelah keluar sebagai kampiun di sektor Tunggal Putra dan Tunggal Putri.
Di sektor Tunggal Putra (Men’s Singles), Feng Yi-Hsin yang kini menempati peringkat 55 dunia membuktikan bahwa dirinya adalah pemain yang paling sulit ditaklukkan sepanjang pekan ini. Menuju partai puncak, Feng tampil perkasa di Hennebont Ping Center dengan hanya kehilangan satu game dari empat pertandingan, termasuk kemenangan mutlak atas unggulan kelima, Luka Mladenovic, di babak perempat final.
Pada laga final, Feng berhadapan dengan wakil Belgia, Cedric Nuytinck. Tanpa kesulitan berarti, Feng menyudahi perlawanan lawannya hanya dalam waktu 22 menit dengan skor telak 3-0 (11-7, 11-8, dan 11-6). Kemenangan kilat ini sekaligus menandai raihan gelar juara level Senior pertama bagi Feng di panggung WTT Series.
Napas kemenangan Chinese Taipei berlanjut di sektor Tunggal Putri (Women’s Singles). Yeh Yi-Tian, yang baru saja merayakan gelar juara di WTT Feeder Otocec pada Maret lalu, kembali menunjukkan konsistensi tingkat tinggi. Sama seperti Feng, ia hanya kehilangan satu game saja dalam perjalanannya menuju final untuk menantang unggulan ketiga asal Polandia, Natalia Bajor.
Pertandingan final ini menjadi ujian terberat bagi Yeh. Pasalnya, Bajor tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah melakukan aksi comeback spektakuler melawan unggulan pertama tuan rumah, Prithika Pavade, di semifinal.
Sempat bermain imbang 1-1 di dua game awal, Yeh langsung mengamuk di game ketiga dengan kemenangan sadis 11-3. Momentum tersebut tidak disia-siakan oleh Yeh untuk terus menekan hingga akhirnya menutup laga final dengan skor akhir 3-1 (11-7, 9-11, 11-3, 11-9). Hasil ini memastikan Yeh sukses mengamankan gelar juara WTT Feeder secara berturut-turut (back-to-back).
Meski publik tuan rumah harus gigit jari di sektor tunggal, para pebalas meja Prancis berhasil mengobati kekecewaan lewat torehan emas di sektor Ganda Putra dan Ganda Campuran.
Pasangan Ganda Putra (Men’s Doubles) unggulan pertama, Florian Bourrassaud dan Esteban Dorr, tampil tanpa celah saat melibas unggulan ketiga, Lev Katsman dan Vladimir Sidorenko, dengan skor mutlak 3-0 (11-3, 11-7, 11-6).
Sementara di sektor Ganda Campuran (Mixed Doubles), duet Prancis Nathan Pilard dan Nina Guo Zheng harus memeras keringat lebih dalam. Sempat tertinggal 1-2, mereka bangkit secara heroik untuk menumbangkan pasangan Italia, Niagol Stoyanov dan Giorgia Piccolin, lewat duel dramatis lima game (11-4, 5-11, 8-11, 11-5, 11-9).
Di sisi lain, sektor Ganda Putri (Women’s Doubles) melahirkan kejutan besar. Pasangan kombinasi baru asal Jepang, Cocona Muramatsu dan Sachi Aoki, sukses menggondol trofi juara. Meski baru bermain bersama dalam tiga turnamen, mereka sukses meruntuhkan prediksi dengan menghancurkan unggulan kedua asal India, Swastika Ghosh dan Taneesha Kotecha, lewat skor mencolok 3-0 (11-4, 11-2, 11-3).***
Sumber: WTT
