Lebrun Bersaudara dan Harimoto/Hayata Cetak Sejarah di Singapore Smash 2026

Lebrun bersaudara dan Harimoto/Hayata juara ganda Singapore Smash 2026, cetak sejarah Grand Smash. Lebrun bersaudara dan Harimoto/Hayata juara ganda Singapore Smash 2026, cetak sejarah Grand Smash.

TENISMEJA.NET – Ajang Singapore Smash 2026 Presented by Resorts World Sentosa kembali melahirkan sejarah baru. Dua pasangan ganda dari Jepang dan Prancis sukses meraih gelar Grand Smash pertama bagi negara mereka di semua nomor yang dipertandingkan.

Beberapa jam setelah final Ganda Putri, giliran kakak-beradik Prancis, Felix Lebrun dan Alexis Lebrun, memastikan gelar Ganda Putra dengan kemenangan meyakinkan di partai puncak.

Di final, pasangan Lebrun tampil agresif saat menumbangkan duet Tiongkok, Lin Shidong dan Huang Youzheng, dengan skor 11-6, 11-6, 11-7.

Sejak gim pertama, Lebrun bersaudara langsung menekan. Mereka menciptakan lima game point di gim pembuka dan empat di gim kedua, menunjukkan dominasi penuh atas lawan.

Memasuki gim ketiga, kedua pasangan sempat berbagi 12 poin pertama sebelum duet Prancis menjauh. Championship point akhirnya dikonversi lewat backhand spektakuler Felix, yang disambut selebrasi emosional di Infinity ∞ Arena.

Kemenangan tersebut menjadi tonggak sejarah bagi tenis meja Prancis di level Grand Smash.

Beberapa jam sebelumnya, pasangan Jepang Miwa Harimoto dan Hina Hayata lebih dulu merebut gelar Ganda Putri.

Mereka mengalahkan pasangan peringkat 14 dunia, Miyu Nagasaki dan Shin Yubin, dalam tiga gim langsung 11-9, 11-8, 11-7.

Gelar ini terasa spesial karena menjadi trofi WTT pertama Harimoto/Hayata sebagai pasangan, meski baru pertama kali tampil bersama di turnamen besar.

Secara individu, keduanya sudah memiliki reputasi kuat di nomor ganda. Harimoto mengoleksi enam gelar sepanjang 2025, sementara Hayata pernah menembus final China Smash 2025 dan menjadi bagian dari pasangan peringkat 10 dunia.

Pada gim pertama final Ganda Putri, Harimoto/Hayata sempat unggul 4-1 sebelum Nagasaki/Shin menyamakan kedudukan 4-4. Meski lawan menyelamatkan game point, pasangan Jepang tetap mampu mengamankan gim pembuka.

Di gim kedua, kombinasi Jepang-Korea sempat memimpin 4-1. Namun permainan cepat dan agresif Harimoto/Hayata membuat mereka merebut enam dari delapan poin berikutnya untuk menggandakan keunggulan.

Gim ketiga berjalan lebih dominan. Harimoto dan Hayata langsung melesat 8-3. Upaya kebangkitan lawan hanya memangkas selisih menjadi tiga poin sebelum akhirnya pasangan Jepang memastikan kemenangan.

Senyum lebar dan pelukan hangat menandai momen bersejarah tersebut. Singapore Smash 2026 pun menjadi saksi lahirnya juara-juara baru dari Jepang dan Prancis di panggung Grand Smash.***

Source: worldtabletennis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *