WTT Tunjuk Pemimpin Baru, Siap Transformasi Tenis Meja Jadi Properti Olahraga Global

Rapat Dewan WTT 2026 di Singapura resmi tunjuk Petra Sörling sebagai Ketua. Fokus pada penguatan tata kelola, pendapatan, dan bonus pemain. Rapat Dewan WTT 2026 di Singapura resmi tunjuk Petra Sörling sebagai Ketua. Fokus pada penguatan tata kelola, pendapatan, dan bonus pemain.

TENISMEJA.NET – World Table Tennis (WTT) baru saja menggelar rapat dewan perdana tahun 2026 di kantor pusatnya, Singapura, pada 1 Maret lalu. Momentum ini menandai fase baru bagi WTT untuk bertransformasi dari sirkuit yang sedang berkembang menjadi properti olahraga global yang berkelanjutan dan profesional.

Rapat tersebut tidak hanya membahas evaluasi kesuksesan lima edisi Singapore Smash, tetapi juga menetapkan arah strategis serta perombakan kepemimpinan di jajaran dewan.

Dalam pengumuman resmi, Presiden International Table Tennis Federation (ITTF), Petra Sörling, dan Wakil Presiden Eksekutif ITTF, Wahid Oshodi, ditunjuk untuk mewakili federasi di Dewan WTT.

Secara aklamasi, Petra Sörling dikonfirmasi menjabat sebagai Ketua Dewan WTT, menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Liu Guoliang. Sementara itu, Wahid Oshodi mengisi posisi yang sebelumnya ditinggalkan oleh Khalil Al-Mohannadi.

“Sebagai Ketua Dewan, tugas saya adalah memastikan WTT beroperasi dengan profitabilitas, tata kelola yang baik, akuntabilitas, dan visi jangka panjang sesuai impian ITTF saat mendirikan perusahaan ini,” tegas Petra Sörling.

Dewan WTT menyepakati beberapa poin krusial yang akan menjadi panduan sepanjang tahun 2026, di antaranya:

  • Pertumbuhan Pendapatan: Meningkatkan nilai komersial melalui hak siar dan kemitraan digital.

  • Disiplin Biaya: Pengelolaan operasional yang lebih ketat guna menjaga keberlanjutan finansial.

  • Kesejahteraan Atlet: Dewan mendiskusikan ambisi untuk meningkatkan jumlah hadiah uang (prize money) jika kinerja komersial perusahaan melampaui target.

CEO WTT, Steve Dainton, menyambut baik penyegaran di tingkat dewan ini. Ia menekankan bahwa jika tahun-tahun awal WTT adalah tentang pembuktian eksistensi platform, maka tahun 2026 adalah tentang penguatan fondasi.

“Kini saatnya kami ‘pindah gigi’ untuk membangun properti olahraga yang lebih kuat dan berkelanjutan. Saya ingin berterima kasih kepada Liu Guoliang dan Khalil Al-Mohannadi atas bimbingan mereka di tahun-tahun formatif WTT,” ujar Dainton.

Dengan kepemimpinan baru ini, WTT optimistis dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi para pemain dan memastikan tenis meja terus bangkit sebagai olahraga modern yang diminati penonton global di seluruh platform digital dan siaran langsung.***

Source: worldtabletennis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *