Yuto Kizukuri Raih Gelar Internasional Perdana di WTT Feeder Havirov 2026

Yuto Kizukuri Yuto Kizukuri. (Dok. WTT)

TENISMEJA.NET – Penantian panjang Yuto Kizukuri untuk berdiri di podium tertinggi panggung dunia akhirnya terbayar tuntas. Pemain asal Jepang tersebut sukses mengamankan gelar juara tunggal putra di ajang WTT Feeder Havirov 2026 setelah menumbangkan unggulan ke-13, Deni Kozul, pada laga final yang berlangsung sengit.

Kizukuri menang lewat pertarungan tiga gim langsung dengan skor ketat 13-11, 11-8, dan 13-11, sekaligus mengklaim trofi tunggal senior pertamanya di level internasional.

Kemenangan ini terasa sangat spesial mengingat Kizukuri harus merangkak dari babak kualifikasi di awal pekan. Ia nyaris gagal menembus babak utama saat dipaksa bermain lima gim melawan Samuel Palusek di fase kualifikasi terakhir.

Ujian mental kembali datang di babak awal saat ia menghadapi wakil India, Payas Jain. Sempat unggul dua gim, Kizukuri terkejar sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan 11-7 di gim penentu.

Sejak momen itu, ia seolah menemukan “gigi tambahan” dan menyapu bersih lawan-lawannya seperti Marek Badowski, Romain Brard, dan Elias Ranefur untuk mengunci tiket final.

Kesuksesan Jepang semakin lengkap setelah Kaho Akae berhasil keluar sebagai juara di sektor tunggal putri. Ini merupakan gelar juara keempat bagi Akae di sepanjang keikutsertaannya dalam WTT Feeder Series.

Kaho Akae
Kaho Akae. (Dok. WTT)

Datang sebagai unggulan ketiga, Akae tampil sangat dominan dengan memenangkan empat dari lima pertandingannya di babak utama tanpa kehilangan satu gim pun.

Tantangan terberatnya terjadi di babak semifinal saat ia harus menyelamatkan empat match point untuk menyingkirkan rekan senegaranya, Asuka Sasao, dalam drama lima gim.

Di partai puncak, Akae hanya membutuhkan waktu 21 menit untuk meredam perlawanan wakil Chinese Taipei, Huang Yu-Jie, dengan skor mutlak 11-3, 11-8, dan 11-7.

Keberhasilan Kizukuri dan Akae di Havirov mempertegas kedalaman skuad tenis meja Jepang yang mampu bersaing di berbagai level kompetisi dunia.

Bagi Kizukuri, trofi ini diharapkan menjadi pembuka keran gelar-gelar berikutnya, sementara bagi Akae, kemenangan ini semakin mengukuhkan konsistensinya sebagai salah satu pemain yang patut diwaspadai di sirkuit WTT.***

Sumber: worldtabletennis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *