TENISMEJA.NET – Atmosfer panas siap menyelimuti The Kallang pada Jumat saat juara pertama nomor Ganda Campuran di Singapore Smash 2026 Presented by Resorts World Sentosa akan dinobatkan. Tak hanya itu, babak 16 besar terakhir nomor Tunggal Putra dan Tunggal Putri juga digelar dalam rangkaian laga yang menjanjikan drama berintensitas tinggi.
Partai puncak Ganda Campuran menjadi sorotan utama. Pasangan Korea Selatan, Lim Jonghoon dan Shin Yubin, kembali membidik gelar bergengsi setelah tampil konsisten sepanjang musim lalu. Mereka dijadwalkan tampil di final pukul 20:15 (GMT+8).
Lim dan Shin datang dengan modal impresif. Sepanjang 2025, keduanya mengoleksi empat gelar dan dua kali menjadi runner-up, termasuk kemenangan prestisius di WTT Finals Hong Kong 2025. Konsistensi tersebut menjadikan mereka kandidat kuat juara di Singapore Smash 2026.
Namun, tantangan berat menanti. Pasangan Brasil, Hugo Calderano dan Bruna Takahashi, siap memberikan perlawanan sengit. Keduanya menunjukkan perkembangan signifikan dengan menembus semifinal China Smash 2025, membuktikan kapasitas mereka di level elite.
Di nomor Tunggal Putri, duel menarik tersaji pada pukul 13:45 (GMT+8) saat Kuai Man menghadapi Hina Hayata di babak 16 besar. Pertemuan ini mempertemukan dua pemain yang sama-sama memiliki rekam jejak gemilang di turnamen Grand Smash.
Kuai Man mencuri perhatian dunia saat menembus final Singapore Smash 2025, pencapaian yang kembali ia ulangi di WTT Finals Hong Kong 2025. Sementara Hina Hayata dikenal sebagai juara delapan kali ajang WTT Series dan pernah menembus semifinal Grand Smash, termasuk empat besar di Saudi Smash 2024. Menariknya, Kuai unggul 2-0 dalam rekor pertemuan di level WTT.
Dari sektor Tunggal Putra, laga tak kalah panas akan mempertemukan peringkat dunia ke-4, Tomokazu Harimoto, melawan spesialis kejutan asal Jerman, Patrick Franziska, pukul 19:10 (GMT+8).
Harimoto memiliki rekor sempurna empat kemenangan dari empat pertemuan atas Franziska di level WTT. Namun, Franziska bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Ia dikenal sebagai “pembunuh raksasa” dengan sejumlah kemenangan mengejutkan atas pemain papan atas dunia.
Salah satu momen paling ikonik adalah comeback dramatis Franziska atas Fan Zhendong di Saudi Smash 2024 saat masih berstatus peringkat dunia kedua. Kemenangan itu mengantarkannya hingga ke final dan mempertegas reputasinya sebagai ancaman serius bagi unggulan.
Dengan partai final Ganda Campuran dan laga 16 besar penuh gengsi, Jumat di Singapore Smash 2026 dipastikan menjadi hari krusial yang menentukan arah perebutan gelar. Dunia tenis meja kini menantikan siapa yang akan bersinar di panggung Grand Smash.***
Source: worldtabletennis.com
