TENISMEJA.NET – Sun Yingsha kembali menegaskan dominasinya di panggung dunia setelah merebut gelar Tunggal Putri Singapore Smash 2026 Presented by Resorts World Sentosa. Pada laga final yang berlangsung di Infinity ∞ Arena, The Kallang, Sun menaklukkan rival abadinya Wang Manyu dengan skor dramatis 11-8, 11-9, 7-11, 6-11, 12-10, 11-9.
Kemenangan ini menjadi gelar Singapore Smash ketiga bagi Sun sekaligus menambah koleksi trofi Grand Smash miliknya menjadi lima sepanjang karier di WTT Series. Ia semakin mengukuhkan diri sebagai ratu tenis meja dunia saat ini.
Sebelum final ini, Sun dan Wang sudah bertemu 12 kali di WTT Series dengan keunggulan 10-2 untuk Sun. Namun, Wang datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mengalahkan Sun pada final China Smash 2025.
Duel di Singapura pun sarat gengsi. Wang memburu dua gelar Grand Smash beruntun, sementara Sun mengincar mahkota ketiganya di Lion City.
Wang membuka pertandingan dengan agresif dan sempat memimpin 7-5 di gim pertama. Namun mental juara Sun berbicara. Ia merebut empat poin beruntun untuk membalikkan keadaan dan mengamankan gim pembuka.
Di gim kedua, Sun tampil eksplosif lewat forehand kerasnya. Meski Wang sempat mengejar, Sun tetap tenang untuk unggul 2-0.
Tak ingin menyerah, Wang meningkatkan variasi spin dan tempo permainan di gim ketiga dan keempat. Hasilnya, ia sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan mengubah final menjadi pertarungan mental dua gim penentuan.
Momentum sempat berpihak kepada Wang, terutama ketika ia memegang tiga game point di gim kelima. Namun Sun menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan memaksakan deuce dan membalikkan situasi lewat reli dramatis.
“Kami berdua melakukan yang terbaik. Saat tertinggal di gim kelima, saya fokus merebut poin demi poin dengan gigih, dan itu membantu membalikkan situasi,” ujar Sun usai laga.
Gim keenam berlangsung penuh ketegangan. Sempat terjadi momen unik ketika Wang menghentikan laga sejenak untuk memotong benang bajunya. Namun setelah itu, Sun justru semakin dominan dan membuka jarak hingga enam poin.
Wang sempat menyelamatkan dua championship point, tetapi Sun tak memberi ruang untuk comeback. Saat poin terakhir diraih, sorakan penonton menggema di Infinity ∞ Arena.
Dengan kemenangan ini, Sun mencatatkan:
- Gelar Singapore Smash ke-3
-
Gelar Grand Smash ke-5 sepanjang karier
-
Gelar WTT Series ke-18 secara keseluruhan
“Kami sangat mengenal satu sama lain. Saya siap untuk pertandingan enam atau tujuh gim. Laga ini penuh naik-turun dan saya belajar banyak darinya,” tutur Sun.
Keberhasilan ini semakin mempertegas dominasi Sun Yingsha di era modern tenis meja. Sementara rivalitasnya dengan Wang Manyu terus menjadi duel paling dinanti di setiap ajang besar WTT.***
Source: worldtabletennis.com
