TENISMEJA.NET – Ajang WTT Champions Chongqing 2026 menghadirkan berbagai kejutan besar dan cerita menarik yang mengguncang peta persaingan tenis meja dunia musim ini.
Turnamen yang berlangsung selama enam hari itu dipenuhi drama, comeback luar biasa, serta kemunculan bintang-bintang muda yang mulai mendominasi panggung internasional.
Dua nama muda sukses mencuri perhatian dengan meraih gelar juara, yakni Felix Lebrun dan Miwa Harimoto.
Lebrun yang baru berusia 19 tahun tampil impresif dengan menunjukkan kematangan di atas meja. Ia berhasil bangkit dari situasi sulit saat menghadapi Hugo Calderano dan Sora Matsushima sebelum akhirnya mengalahkan kejutan turnamen Wen Ruibo di partai final.
Sementara itu, Harimoto mencatat sejarah sebagai juara termuda WTT Champions di usia 17 tahun setelah sebelumnya dua kali gagal di partai final.
Meski gagal menjadi juara, penampilan Wen Ruibo menjadi salah satu cerita terbesar di Chongqing. Ia tampil luar biasa dengan menyingkirkan sejumlah pemain top dunia seperti Truls Moregard, Dang Qiu, dan Tomokazu Harimoto.
Penampilan gemilang tersebut semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu rising star tenis meja dunia.
Setelah sebelumnya mendominasi di Singapore Smash 2026, dua pemain nomor satu dunia Wang Chuqin dan Sun Yingsha harus tersingkir lebih awal di Chongqing.
Wang dikalahkan oleh Matsushima, sementara Sun dihentikan oleh Kuai Man di babak semifinal. Hasil ini menunjukkan bahwa persaingan di level elite semakin terbuka dan tidak lagi didominasi satu atau dua pemain saja.
Setelah berakhirnya turnamen di Chongqing, para pemain akan melanjutkan persaingan di WTT Contender Tunis 2026 yang berlangsung pada 24–29 Maret, sebelum kembali ke China untuk WTT Contender Taiyuan 2026 pada 7–12 April.
Saat ini, Lin Yun-Ju dan Sun Yingsha memimpin klasemen WTT Series Finals Race di sektor tunggal.
Dengan banyaknya kejutan di Chongqing, persaingan menuju WTT Finals dipastikan semakin sengit dan penuh drama di turnamen-turnamen berikutnya.***
Source: worldtabletennis.com
