TENISMEJA.NET – Di sebuah ruangan di atas garasi rumahnya, Jack Devine menemukan kedamaian. Di sana, pria berusia 80-an ini menyalakan mesin pelontar bolanya, mengayunkan bat, dan tenggelam dalam ritme tenis meja—olahraga yang telah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil bersama sang ayah.
Namun, bagi Jack, tenis meja bukan sekadar hobi. Olahraga ini adalah jangkar yang membantunya melewati badai kesehatan yang melemahkan dan duka mendalam yang hampir memadamkan semangatnya.
Beberapa tahun lalu, Jack didiagnosis menderita myasthenia gravis, sebuah gangguan autoimun kronis yang menyebabkan kelemahan pada otot-otot tubuh. Penyakit ini menyerang kemampuan fisiknya secara drastis.
“Saya mulai mengalami masalah dengan penglihatan kabur karena mata saya tidak bisa bergerak sebagaimana mestinya,” kenang Jack. “Dan yang paling menakutkan, rahang saya sama sekali tidak bisa digerakkan.”
Selama masa-masa sulit itu, mendiang istrinya, Gloria, dengan setia merawatnya dan menyiapkan makanan lembut yang tidak perlu dikunyah. Beruntung, bantuan medis akhirnya berhasil mengendalikan gejala penyakit tersebut, memungkinkan Jack untuk kembali bergerak.
Ujian hidup Jack tidak berhenti di sana. Ia harus mendampingi Gloria yang berjuang melawan kanker ovarium selama dua tahun hingga akhirnya sang istri mengembuskan napas terakhir di rumah. Kehilangan tersebut meninggalkan kelelahan fisik dan mental yang luar biasa bagi Jack.
“Saat Anda melewati hal seperti itu, Anda tidak sadar betapa buruknya kondisi Anda sendiri,” ujarnya. Berkat bantuan pekerja hospice dan keberanian untuk terbuka mengenai rasa duka—hal yang sering kali dianggap tabu bagi pria generasinya—Jack perlahan mulai memulihkan hatinya.
Langkah terbesar dalam pemulihan Jack adalah ketika ia memutuskan untuk kembali ke klub yang ia dirikan bersama ayahnya lebih dari empat dekade lalu: Champlain Valley Table Tennis Club di Shelburne, Vermont.
“Berjalan kembali ke dalam gedung olahraga itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah saya lakukan,” kata Jack.
Kini, Jack rutin bermain tenis meja setiap minggu. Ia membuktikan bahwa meski di usia senja dan dengan tantangan fisik yang berat, semangat manusia bisa tetap menyala. Ketika ditanya mengenai kondisinya saat ini, Jack menjawab dengan optimisme yang menular: “Kondisi saya semakin membaik setiap saat.”
Kisah Jack Devine mengingatkan kita semua bahwa olahraga bukan hanya tentang kompetisi, tetapi tentang komunitas, pemulihan, dan menemukan cahaya di tengah kegelapan.***
Source: 29news.com
