Daftar Pemain Kejuaraan Dunia Tenis Meja Beregu London 2026: China Masih Jadi Favorit!

Wang Chuqin Wang Chuqin. (Doc. WTT)

TENISMEJA.NET – Kota London bersiap menyambut turnamen tenis meja paling bergengsi tahun ini, ITTF World Team Table Tennis Championships Finals London 2026. Berlangsung mulai 28 April hingga 10 May 2026, ajang ini sekaligus menjadi peringatan satu abad sejak London pertama kali menggelar kejuaraan dunia pada tahun 1926.

Sebanyak 64 tim putra dan 64 tim putri akan memperebutkan Piala Swaythling dan Piala Corbillon, dua trofi paling prestisius dalam dunia tenis meja internasional.

Tim putra China datang sebagai favorit utama untuk mempertahankan gelar ke-23 mereka. Diperkuat oleh nama-nama besar seperti Wang Chuqin, Lin Shidong, Liang Jingkun, Xiang Peng, dan Zhou Qihao, China berupaya meraih kemenangan ke-12 berturut-turut sejak tahun 2001.

Meski demikian, ancaman serius datang dari tim Prancis yang dipimpin oleh Lebrun bersaudara (Felix dan Alexis). Selain itu, bintang dunia lainnya seperti Hugo Calderano, Truls Moregard, dan Tomokazu Harimoto juga siap memberikan kejutan di Copper Box Arena dan OVO Arena Wembley.

Di sektor putri, Sun Yingsha akan memimpin kontingen China bersama Wang Manyu, Chen Xingtong, Wang Yidi, dan debutan muda Kuai Man. China tetap harus waspada terhadap tim Jepang yang kembali diperkuat Miwa Harimoto dan Hina Hayata, serta bintang Korea Selatan, Shin Yubin.

Miwa Harimoto.
Miwa Harimoto. (Doc. WTT)

Pemain kontinental seperti Adriana Diaz (Puerto Rico) dan Hana Goda (Mesir) juga dipastikan hadir, menambah warna persaingan global di London tahun ini.

Turnamen akan dibagi ke dalam tiga tahap. Tahap 1A dan 1B akan menyaring tim-tim terbaik untuk masuk ke Tahap 2, di mana 32 tim teratas akan saling berhadapan dalam sistem gugur untuk menentukan juara dunia.

Sebagai tuan rumah, Inggris menaruh harapan pada Tom Jarvis dan Paul Drinkhall di tim putra, serta Tin-Tin Ho di tim putri untuk memberikan performa terbaik di hadapan pendukung sendiri.

London 2026 bukan sekadar turnamen, melainkan perayaan sejarah panjang olahraga tenis meja yang telah mencapai usia 100 tahun di panggung dunia.***

Source: worldtabletennis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *