TENISMEJA.NET – Daftar susunan tim untuk ITTF World Team Table Tennis Championships Finals London 2026 Presented by ACN telah resmi dirilis.
Jerman, salah satu kekuatan terbesar tenis meja Eropa, dipastikan turun dengan kekuatan penuh dan menjadi ancaman serius bagi dominasi tim-tim Asia di ibu kota Inggris tersebut.
Berada di Stage 1A baik untuk kategori putra maupun putri, Jerman hampir dipastikan melaju ke Stage 2. Hal ini memperbesar peluang mereka untuk membawa pulang medali dari London.
Skuad putra Jerman membawa deretan nama ikonik yang sudah tidak asing lagi di telinga penggemar tenis meja dunia. Dang Qiu, pemain peringkat 10 dunia yang memiliki rekor impresif di level WTT Champions, akan memimpin rekan-rekannya.
Selain itu, legenda seperti Dimitrij Ovtcharov dan Patrick Franziska dipastikan kembali memperkuat tim. Kehadiran Benedikt Duda menambah kedalaman pengalaman skuad ini, sementara talenta muda Andre Bertelsmeier akan mencicipi panggung Kejuaraan Dunia untuk pertama kalinya.
Jerman mengusung misi penebusan dosa di London. Setelah meraih medali perak dalam dua dari tiga edisi terakhir, mereka sempat terpeleset di perempat final tahun 2024 saat kalah 3-0 dari Chinese Taipei. Kini, dengan komposisi tim yang lebih matang, mereka bertekad mengulangi kejayaan mereka.
Di sektor putri, Jerman tampil dengan performa yang disebut-sebut sebagai yang terbaik dalam waktu lama. Sorotan utama tertuju pada Sabine Winter, yang kini menempati peringkat 9 dunia sekaligus menjadi pemain Eropa dengan peringkat tertinggi saat ini.
Winter mencatatkan sejarah tahun lalu sebagai wanita Eropa pertama yang mencapai final WTT Champions di Montpellier, dan baru-baru ini menembus semifinal Singapore Smash 2026. Ia akan bahu-membahu bersama Ying Han, yang juga tampil memukau dengan mencapai semifinal WTT Champions Doha 2026.
Skuad putri Jerman juga diperkuat oleh Annett Kaufmann, Nina Mittelham, dan Yuan Wan. Empat tahun lalu di Chengdu, kombinasi Han, Winter, Kaufmann, dan Mittelham sukses meraih perunggu bersejarah—medali pertama mereka sejak 2010.
Dengan performa individu yang sedang menanjak, Jerman memiliki alasan kuat untuk optimis. Kehadiran para pemain peringkat 10 besar dunia di kedua kategori menjadikan mereka tim yang paling diantisipasi untuk merusak skenario final sesama tim Asia.
Akankah London menjadi saksi sejarah baru bagi Jerman untuk akhirnya mematahkan dominasi China? Kita nantikan aksinya di meja pertandingan.***
Sumber: worldtabletennis.com
