TENISMEJA.NET – China kembali menegaskan dominasinya di dunia tenis meja dengan menjuarai nomor beregu putra ITTF World Team Table Tennis Championships Finals London 2026 setelah mengalahkan Jepang dengan skor meyakinkan 3-0 di partai final yang berlangsung di OVO Arena Wembley.
Kemenangan ini menjadi gelar ke-12 berturut-turut bagi China sekaligus menambah koleksi menjadi 24 trofi Swaythling Cup—rekor terbanyak sepanjang sejarah.
Partai pertama langsung menyajikan duel panas antara Liang Jingkun dan Tomokazu Harimoto.
Harimoto sempat unggul dua gim dan bahkan memiliki match point, namun Liang menunjukkan mental juara dengan melakukan comeback luar biasa, termasuk membalikkan ketertinggalan 3-8 di gim penentuan untuk membawa China unggul 1-0.
Di partai kedua, Wang Chuqin menghadapi Sora Matsushima.
Meski sempat kehilangan gim pertama, Wang bangkit dan menang dalam empat gim, sekaligus menjaga rekor tak terkalahkannya sepanjang turnamen dan membawa China unggul 2-0.
Kemenangan China akhirnya dipastikan oleh Lin Shidong yang mengalahkan Shunsuke Togami dalam empat gim.
Pukulan backhand tajam di poin terakhir menjadi penutup sempurna yang memastikan gelar juara untuk China.
Dengan kemenangan ini, China semakin mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama tenis meja dunia. Mereka kini telah meraih dua kali lebih banyak gelar dibandingkan rival terdekatnya, Hungaria.
Tak hanya di sektor putra, China juga menyapu bersih gelar di sektor putri, menjadikannya tujuh edisi berturut-turut mereka memborong dua medali emas sekaligus.
Trofi bergengsi Swaythling Cup dan Corbillon Cup pun kembali dibawa pulang ke China.
Turnamen yang berlangsung selama 13 hari ini menghadirkan aksi-aksi spektakuler dari para pemain terbaik dunia, sekaligus menegaskan dominasi China di panggung tenis meja internasional.
Apakah ada negara yang mampu menghentikan dominasi China di masa depan?***
Sumber: WTT
