TENISMEJA.NET – Menjelang bergulirnya ITTF World Team Table Tennis Championships Finals London 2026, antusiasme dunia tenis meja mencapai puncaknya. Edisi tahun ini terasa sangat istimewa karena menandai perayaan satu abad (100 tahun) turnamen beregu paling bergengsi di dunia tersebut.
Sebagai bagian dari perayaan, komunitas internasional kembali mengenang salah satu kisah paling heroik dalam sejarah baru-baru ini: comeback mustahil tim putri Jerman saat melawan Hong Kong, China pada edisi Chengdu empat tahun lalu.
Jerman, yang pernah menjadi juara dunia di era 1930-an, sempat mengalami paceklik medali selama puluhan tahun. Setelah kegagalan beruntun di perempat final edisi 2012, 2014, dan 2016, kesempatan emas akhirnya datang di Chengdu 2022.
Laga melawan Hong Kong saat itu dimulai dengan mimpi buruk bagi Jerman. Ying Han kalah secara mengejutkan dari Soo Wai Yam, disusul kekalahan Nina Mittelham dari Zhu Chengzhu. Tertinggal 0-2 dalam format best-of-five, Jerman berada di ujung tanduk.
Namun, mental juara berbicara:
– Xiaona Shan memicu semangat kebangkitan dengan menumbangkan Lee Ho Ching.
– Ying Han menebus kekalahannya dengan kemenangan telak atas Zhu Chengzhu di partai keempat.
– Nina Mittelham menjadi pahlawan kemenangan setelah menaklukkan Soo Wai Yam, sekaligus memastikan medali kedua bagi Jerman di milenium ini.
Kini, di tahun 2026, Jerman kembali membawa ambisi besar untuk naik ke podium. Meski sudah dipastikan lolos ke Tahap 2 (Stage 2), perjalanan Jerman tidak akan mudah.
Berdasarkan hasil undian, Jerman berada di Grup 2 yang dihuni oleh kekuatan besar lainnya:
– Jepang (Unggulan utama)
– Prancis (Kekuatan Eropa yang sedang naik daun)
– Inggris (Tuan rumah)
Dengan persaingan yang sangat ketat sejak hari pertama, momentum dan posisi unggulan (seeding) akan sangat krusial bagi langkah Nina Mittelham dan kawan-kawan untuk bisa kembali mencetak sejarah di tanah Inggris.
Kejuaraan Dunia London 2026 bukan sekadar kompetisi, melainkan penghormatan terhadap sejarah panjang olahraga ini. Dari Manchester 1997 hingga London 2026, tenis meja terus berevolusi, dan Jerman tetap menjadi salah satu poros kekuatan yang patut diwaspadai oleh negara-negara Asia maupun sesama wakil Eropa.***
Sumber: worldtabletennis.com
