TenisMeja.NET – Menjelang pembukaan ITTF World Team Table Tennis Championships Finals London 2026 Presented by ACN yang tinggal enam hari lagi, sorotan kini tertuju pada salah satu kekuatan paling dominan di Eropa: Prancis.
Datang dengan modal medali perak putra dan perunggu putri dari edisi Busan 2024, tim berjuluk Les Bleus ini diprediksi akan menjadi pesaing terberat bagi dominasi Tiongkok.
Berdasarkan hasil undian, tim putra dan putri Prancis telah dipastikan berada di Grup 1A, yang memberikan mereka peluang besar untuk melaju ke babak sistem gugur dan mengamankan medali.
Prancis membawa skuad mengerikan yang diperkuat lima pemain di peringkat 30 besar dunia. Nama yang paling mencuri perhatian tentu saja Felix Lebrun.
Remaja berusia 19 tahun ini tengah berada di puncak performanya setelah menjuarai WTT Champions Chongqing 2026 dan menembus semifinal Singapore Smash 2026. Saat ini, Felix berada di peringkat 4 dunia, rekor tertinggi dalam kariernya.
Felix tidak sendirian. Ia didampingi sang kakak, Alexis Lebrun, yang baru saja mencetak sejarah bersama Felix sebagai pasangan Eropa pertama yang menjuarai ganda putra di Singapore Smash 2026. Kekuatan tim putra semakin lengkap dengan kehadiran:
– Simon Gauzy: Semifinalis Europe Smash – Swedia 2025.
– Flavien Coton: Juara WTT Contender Tunis 2026.
– Thibault Poret: Runner-up WTT Star Contender Chennai 2026.
Tim putri Prancis juga tidak kalah kompetitif. Jia Nan Yuan menjadi ujung tombak setelah meraih gelar senior pertamanya di WTT Contender Skopje 2025. Ia akan bahu-membahu bersama Prithika Pavade, pemain peringkat 29 dunia yang sukses menembus dua semifinal WTT Contender sepanjang 2025.
Uniknya, jika tim putra memiliki kakak-beradik Lebrun, tim putri Prancis juga membawa “urusan keluarga” dengan kehadiran dua saudara perempuan, Charlotte Lutz dan Camille Lutz. Melengkapi skuad adalah Audrey Zarif, yang memberikan kedalaman pengalaman bagi tim.
Dengan pengalaman mencapai final di Busan dua tahun lalu, skuad putra Prancis memiliki kematangan mental yang dibutuhkan untuk menghadapi tekanan di London. Kehadiran wajah-wajah baru seperti Poret dan Coton yang sudah teruji di level WTT Series memberikan energi tambahan bagi tim.
Kejuaraan Dunia kali ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan peringatan 100 tahun kembalinya tenis meja ke kota asalnya. Dengan antusiasme tinggi dan tiket yang hampir habis di platform Ticket Master serta AXS, mampukah Prancis mengakhiri dominasi Asia dan mengklaim tahta dunia di London?***
Sumber: worldtabletennis.com
