TENISMEJA.NET – Sebagai salah satu kekuatan utama tenis meja dunia, Jepang datang ke ITTF World Team Table Tennis Championships Finals London 2026 dengan satu ambisi besar: mengakhiri puasa medali emas yang telah berlangsung selama lebih dari setengah abad.
Meskipun mengoleksi total 49 medali sepanjang sejarah turnamen, Jepang terakhir kali mencicipi podium tertinggi pada 1971 untuk tim putri dan 1969 untuk tim putra. Di London, mereka siap menantang sang juara bertahan, Tiongkok, yang mengincar gelar ke-24 mereka.
Sektor putri Jepang menjadi sorotan utama menyusul performa gemilang Miwa Harimoto. Adik kandung Tomokazu Harimoto ini baru saja mencatatkan sejarah dengan meraih gelar WTT Champions pertamanya di Chongqing setelah menundukkan bintang Tiongkok, Kuai Man.
Miwa tidak sendirian. Jepang juga membawa kembali Hina Hayata yang memiliki rekam jejak kuat di level internasional, serta Miyu Nagasaki yang berpengalaman meraih medali perak pada edisi 2018 dan 2022.
Menariknya, skuat putri tahun ini memberikan kejutan dengan memanggil dua nama baru:
– Honoka Hashimoto: Pemain bertahan (defender) yang akan memberikan variasi strategi bagi tim.
– Rin Mende: Bintang muda berusia 18 tahun yang bersinar di WTT Youth Series, siap menjalani debutnya di level senior beregu.
Di sektor putra, Jepang bertekad kembali ke partai final setelah absen dalam tiga edisi terakhir. Harapan besar diletakkan pada pundak Tomokazu Harimoto (Peringkat 3 Dunia) dan Sora Matsushima (Peringkat 8 Dunia).
Tomokazu, yang membantu Jepang meraih perunggu pada 2022, akan didampingi oleh rekan setimnya saat itu, Shunsuke Togami. Melengkapi formasi lima pemain, Jepang juga menyertakan Yukiya Uda dan Hiroto Shinozuka, menciptakan komposisi tim yang dinilai sangat kompetitif untuk menggoyang dominasi Tiongkok.
Dalam format turnamen di London, status unggulan (seeding) pada Fase 2 akan sangat krusial. Jepang harus tampil gaspol sejak laga pertama di babak grup untuk mengamankan posisi yang menguntungkan di bagan sistem gugur.
Dengan motivasi tinggi setelah gagal meraih medali pada edisi sebelumnya di sektor putra, serta rekor lima kali beruntun menjadi runner-up di sektor putri, London 2026 diprediksi akan menjadi panggung pembuktian bagi generasi emas tenis meja Jepang ini.***
