Federasi Tenis Meja Prancis Dorong Partisipasi Perempuan Jelang International Women’s Day 2026

FFTT dorong partisipasi perempuan dalam tenis meja melalui program feminisasi dan kepemimpinan olahraga. FFTT dorong partisipasi perempuan dalam tenis meja melalui program feminisasi dan kepemimpinan olahraga.

TENISMEJA.NET – Menjelang peringatan International Women’s Day pada 8 Maret, French Table Tennis Federation (FFTT) kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam olahraga tenis meja di seluruh Prancis.

Upaya ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan jumlah atlet perempuan, tetapi juga pada keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan tata kelola organisasi olahraga di berbagai tingkat.

Setelah menjadikan isu feminisasi sebagai program prioritas pada tahun 2025, FFTT kini melanjutkan momentum tersebut dengan menggelar pekan khusus pada 2–6 Maret 2026. Pekan ini didedikasikan untuk menyoroti berbagai inisiatif yang dilakukan klub-klub tenis meja di seluruh negeri dalam mendorong partisipasi perempuan.

Sepanjang 2025, FFTT menjalankan program ambisius bertajuk “Jeu, Set et Féminisation” Tour de France. Program ini bertujuan untuk bertemu langsung dengan klub, pengurus, serta para pemain guna mempromosikan praktik olahraga yang lebih inklusif.

Selain itu, FFTT juga meluncurkan inisiatif “Club of 300 Female Leaders” bersama 21 perempuan. Program ini terhubung dengan pelatihan yang diselenggarakan oleh French National Olympic and Sports Committee (CNOSF) untuk mendorong perempuan lebih aktif dalam tata kelola olahraga di tingkat lokal, regional, hingga nasional.

Program tersebut juga bertujuan membangun jaringan dan berbagi pengalaman di antara para perempuan yang terlibat dalam pengembangan olahraga. Targetnya adalah terciptanya momentum menuju kesetaraan gender dalam badan pengelola olahraga regional pada tahun 2028.

Pada musim panas 2025, FFTT juga menggerakkan jaringan liga dan klub melalui program pengajuan proyek yang mendorong penerimaan, partisipasi, serta pelatihan bagi perempuan dalam tenis meja.

Melalui program tersebut, federasi memberikan dukungan pendanaan sebesar €100.000 kepada 62 klub yang terpilih untuk melaksanakan berbagai inisiatif nyata dalam meningkatkan keterlibatan perempuan.

Sejumlah langkah konkret kemudian dilakukan oleh klub-klub tersebut, di antaranya membuka sesi latihan khusus perempuan di 44 klub, melatih perempuan sebagai pelatih atau pengurus klub di 40 klub, serta merekrut perempuan sebagai pelatih di delapan klub.

Selain itu, sebanyak 45 klub menyelenggarakan turnamen bagi perempuan yang belum memiliki lisensi resmi, sementara 32 klub membentuk tim khusus perempuan untuk berkompetisi dalam kejuaraan beregu.

Beberapa klub juga meningkatkan fasilitas olahraga dengan membangun ruang ganti khusus perempuan di 12 lokasi guna menciptakan lingkungan olahraga yang lebih nyaman dan inklusif.

Salah satu contoh keberhasilan program ini terlihat di klub Amicale d’Épernon di wilayah Eure-et-Loir. Melalui sesi latihan khusus perempuan dan kampanye komunikasi yang terarah, klub tersebut berhasil meningkatkan jumlah anggota perempuan dari 23 menjadi 35 hanya dalam enam bulan.

Selain itu, jumlah perempuan yang aktif mengikuti kompetisi di klub tersebut juga meningkat lebih dari dua kali lipat, dari empat orang pada Juni 2025 menjadi sembilan orang pada Desember 2025.

Melalui berbagai program ini, FFTT berharap tenis meja di Prancis semakin inklusif dan mampu membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berpartisipasi, baik sebagai atlet maupun pemimpin di dunia olahraga.***

Source: ettu.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *