Fan Zhendong Mundur dari Kejuaraan Dunia London 2026: Ancaman Nyata bagi Dominasi China?

Fan Zhendong resmi absen dari Kejuaraan Dunia 2026 karena alasan pribadi. Fan Zhendong resmi absen dari Kejuaraan Dunia 2026 karena alasan pribadi.

TENISMEJA.NET – Kabar mengejutkan datang dari kamp tim nasional tenis meja China. Bintang utama mereka, Fan Zhendong, memutuskan untuk mundur dari skuat yang akan mempertahankan gelar di ITTF World Team Table Tennis Championships Finals London 2026.

Absennya peraih medali emas National Games ini memicu kekhawatiran besar di kalangan penggemar. Pasalnya, Fan merupakan pilar krusial saat China mengamankan gelar ke-11 berturut-turut di Busan dua tahun lalu. Keputusan mundurnya Fan dilaporkan karena “alasan pribadi”, memperkuat spekulasi mengenai pernyataannya Juli lalu yang mengaku merasa tertekan oleh ekspektasi publik yang begitu besar.

Kehilangan Fan Zhendong terjadi di saat tim putra China sedang dalam fase transisi yang sensitif pasca-Olimpiade Paris. Saat ini, China hanya menempatkan dua pemain di peringkat 10 besar dunia. Beban berat kini berada di pundak Wang Chuqin (Peringkat 1 Dunia) untuk memimpin rekan-rekannya: Lin Shidong, Zhou Qihao, Xiang Peng, dan Liang Jingkun.

Kekhawatiran publik semakin memuncak melihat statistik terbaru. Pada Piala Dunia di Macau pekan lalu, Wang Chuqin menjadi satu-satunya wakil putra China yang berhasil menembus babak perempat final, meski akhirnya ia sukses keluar sebagai juara.

Pelatih kepala tim putra, Wang Hao, mengakui bahwa mempertahankan gelar di London akan menjadi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Munculnya talenta muda seperti Felix Lebrun (Prancis) dan Sora Matsushima (Jepang) membuat peta kekuatan dunia semakin merata.

“Persaingan di sektor putra sangat sengit. Tidak ada gelar yang dijamin bagi tim China; kami harus berjuang habis-habisan untuk itu,” ujar Wang Hao. Ia berharap Wang Chuqin bisa menjadi “jiwa” bagi tim ini, menggantikan peran stabilitas yang selama ini diberikan oleh legenda seperti Ma Long dan Fan Zhendong.

Berbeda dengan tim putra, tim putri China berangkat ke London dengan kepercayaan diri penuh. Dipimpin oleh peringkat 1 dunia Sun Yingsha, skuat putri yang terdiri dari Wang Manyu, Chen Xingtong, Kuai Man, dan Wang Yidi disebut oleh pelatih Ma Lin sebagai “puncak dari permainan tenis meja wanita saat ini.”

Kepala pelatih nasional, Qin Zhijian, menegaskan bahwa pemilihan skuat ini adalah pilihan paling masuk akal di tengah fase transisi. Meski tekanan di sektor putra jauh lebih besar daripada putri, ajang di London (28 April – 10 Mei) akan menjadi ujian pertama bagi jajaran kepelatihan baru dalam menghadapi lanskap internasional yang semakin kompetitif.

Bagi para penggemar, pertanyaannya kini bukan lagi seberapa besar skor kemenangan China, melainkan apakah rekor beruntun mereka akan bertahan tanpa kehadiran sang “Great Wall” Fan Zhendong.***

Source: scmp.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *