TENISMEJA.NET – Semangat persahabatan melalui olahraga kembali bergaung di Manhattan. Berbagai kalangan lintas budaya berkumpul di klub tenis meja SPIN New York Flatiron pada Jumat (17/4/2026) untuk memperingati HUT ke-55 Ping-Pong Diplomacy, sebuah peristiwa bersejarah yang pernah mengubah arah hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
Acara ini dihadiri oleh beragam peserta, mulai dari mantan juara nasional AS, anggota tim nasional Swedia, atlet perguruan tinggi, hingga para diplomat dan profesional keuangan.
Konsul Jenderal Tiongkok di New York, Chen Li, membuka perayaan dengan mengenang peristiwa tak terduga 55 tahun silam.
Saat itu, seorang pemain tenis meja Amerika secara tidak sengaja naik ke bus tim Tiongkok. Kejadian tersebut justru memicu pertukaran ramah yang membuka jalan bagi kunjungan tim Amerika pertama ke Tiongkok.
“Fondasi hubungan kita dibangun oleh rakyat, dan masa depannya ada di tangan pemuda kita. Anda semua adalah duta persahabatan,” ujar Chen Li di hadapan para hadirin.
Ia juga mengutip moto terkenal, “Friendship first, competition second” (Persahabatan yang utama, kompetisi yang kedua).
Salah satu tamu istimewa yang hadir adalah Rory Hayden. Pada tahun 1972, di usia 20 tahun, ia menjadi penerjemah bagi tim tenis meja Tiongkok dalam kunjungan perdana mereka ke Amerika Serikat.
Hayden mengenang betapa para pemain muda Tiongkok saat itu memiliki rasa ingin tahu yang besar.
“Saya menyadari bahwa mereka sama seperti saya. Jika Anda memiliki hubungan yang baik dan persahabatan, maka konflik akan sangat minim. Masalah muncul dari kesalahpahaman saat kita tidak mengenal orang lain,” ungkapnya.
Pesan perdamaian ini juga diteruskan kepada generasi muda. Daniel Desiato, remaja berusia 14 tahun asal Boston, bahkan membuat proyek dokumenter sekolah tentang sejarah diplomasi ini.
“Olahraga benar-benar bisa mempromosikan perdamaian,” kata Daniel yang tampil fokus dan cepat di meja pertandingan.
Senada dengan Daniel, Brian Moran (65) dari USA Table Tennis menekankan pentingnya perayaan ini setiap lima tahun sekali. Menurutnya, terlepas dari apa yang terjadi di dunia, pada akhirnya semua akan kembali pada hubungan antarmanusia dan menjadi bagian dari komunitas yang nyata.
Perayaan ini menjadi pengingat bahwa di balik persaingan di atas meja, tenis meja memiliki kekuatan unik untuk meruntuhkan batasan dan menyatukan perbedaan melalui ayunan bet yang bersahabat.***
Sumber: global.chinadaily.com.cn
