TENISMEJA.NET – Dua tahun lalu, panggung King Abdullah Sports City menjadi saksi bisu torehan tinta emas Patrick Franziska. Pemain andalan Jerman ini berhasil mencatatkan namanya sebagai pemain Eropa pertama yang menembus partai puncak Grand Smash dalam ajang Saudi Smash 2024.
Perjalanan Franziska menuju final bukanlah jalan yang mudah. Ia harus melewati enam ronde sistem gugur yang penuh drama dan ketegangan sebelum akhirnya berhadapan dengan pemain nomor satu dunia, Wang Chuqin.
Franziska memulai turnamen dengan laga sengit melawan Anders Lind hingga gim penentuan. Setelah melewati hadangan Alvaro Robles di babak 32 besar, ujian sesungguhnya datang saat ia menantang raksasa China sekaligus juara bertahan dua kali Grand Smash, Fan Zhendong, di babak 16 besar.
Sempat tertinggal 0-2 dan berada di ujung tanduk, Franziska menunjukkan mentalitas luar biasa. Ia berhasil menyelamatkan dua match point dan membalikkan keadaan untuk mengamankan tiket perempat final. Momentum ini berlanjut saat ia melumat rekan senegaranya, Dang Qiu, dengan skor telak 4-0.
Laga semifinal mempertemukan dua “kuda hitam” turnamen ini, yakni Franziska dan Jang Woojin. Jang datang dengan modal besar setelah menyingkirkan legenda Ma Long dan talenta muda Felix Lebrun. Namun, kegigihan Franziska terbukti lebih unggul dalam duel tujuh gim yang mendebarkan, membawa dirinya ke babak final bersejarah.
Di final, Franziska kembali diuji oleh dominasi Wang Chuqin. Meskipun sempat tertinggal jauh 0-3, Franziska menolak menyerah dan berhasil merebut dua gim berikutnya. Meski akhirnya harus mengakui keunggulan Wang di gim keenam, semangat juangnya mendapat apresiasi luas dari penggemar tenis meja dunia.
Keberhasilan Franziska di Saudi Smash 2024 terbukti menjadi katalisator bagi pemain Benua Biru lainnya. Setahun setelah momen tersebut, Truls Moregard berhasil mencetak sejarah lebih tinggi dengan menjuarai tunggal putra di Europe Smash Sweden 2025. Tak ketinggalan, Felix Lebrun juga meneruskan tren positif ini dengan melaju hingga final China Smash 2025.
Patrick Franziska mungkin tidak membawa pulang trofi saat itu, namun ia telah meruntuhkan tembok keraguan dan membuktikan bahwa pemain Eropa mampu bersaing di level tertinggi turnamen Grand Smash.***
Sumber: WTT
