TENISMEJA.NET – Kejutan besar mewarnai partai final WTT Contender Tunis 2026. Petenis meja peringkat 103 dunia, Elizabet Abraamian, mencatatkan prestasi fenomenal dengan meraih gelar juara di nomor Tunggal Putri (Women’s Singles) dan Ganda Putri (Women’s Doubles) sekaligus.
Di nomor tunggal, atlet berusia 22 tahun ini melakukan comeback mustahil saat menghadapi unggulan pertama, Joo Cheonhui. Sempat tertinggal jauh 1-3, Abraamian menunjukkan mental baja untuk membalikkan keadaan dalam durasi pertandingan selama satu jam tiga menit.
Abraamian mengunci kemenangan dramatis di gim penentu dengan skor akhir 9-11, 5-11, 11-9, 8-11, 11-4, 11-8, 13-11. Ini merupakan gelar tunggal WTT Series pertama bagi Abraamian dalam lima tahun terakhir.
Hanya beberapa saat sebelum kemenangannya di nomor tunggal, Abraamian lebih dulu memastikan gelar juara Ganda Putri bersama pasangannya, Maria Panfilova. Mereka berhasil menaklukkan pasangan Jepang, Misuzu Takeya dan Yuka Kaneyoshi, melalui pertarungan lima gim yang sengit dengan skor 11-8, 11-7, 9-11, 11-13, dan 11-5.
Dari sektor Tunggal Putra, unggulan utama Flavien Coton juga berhasil merengkuh gelar WTT Series pertamanya. Bintang muda yang sedang naik daun ini mengalahkan unggulan kedua asal Jepang, Hiroto Shinozuka, dengan skor 4-1 (5-11, 11-8, 11-9, 12-10, 11-7).
Meski sempat kehilangan gim pertama, Coton menunjukkan ketenangan luar biasa, terutama saat menggagalkan tiga game point Shinozuka di gim keempat, sebelum akhirnya memastikan trofi juara di tangan.
Sementara itu, dominasi Prancis berlanjut di nomor Ganda Putra melalui pasangan Florian Bourrassaud dan Esteban Dorr. Mereka sukses meraih gelar kedua bulan ini setelah mengalahkan wakil India, Manush Shah/Harmeet Desai, memperkuat posisi mereka sebagai salah satu pasangan ganda putra yang patut diwaspadai tahun ini.***
Source: worldtabletennis.com
