TENISMEJA.NET – Atlet tenis meja muda Singapura, Loy Ming Ying, menunjukkan semangat pantang menyerah yang luar biasa dalam babak final tunggal putri U-19 di ajang SEA Youth Table Tennis Championships.
Bertanding di Pasir Ris Sports Hall pada Minggu (19/04/2026), Ming Ying sukses mengunci gelar juara setelah memenangkan laga dramatis tujuh gim melawan wakil Thailand, Phatsaraphon Wonglakhon.
Laga final ini menjadi ajang pembuktian mental bagi Ming Ying. Sebelumnya, atlet berusia 16 tahun tersebut sempat gagal di final ganda campuran dan ganda putri. Di nomor tunggal ini pun, ia sempat tertinggal 2-3 dalam format best-of-seven.
Namun, menghadapi Phatsaraphon—yang akrab disapa Ice—Ming Ying justru tetap tenang di bawah tekanan. Ia berhasil merebut dua gim terakhir secara berturut-turut untuk memastikan kemenangan dengan skor tipis 4-3 (11-13, 11-9, 8-11, 11-8, 9-11, 11-8, 11-7).
Kemenangan ini terasa lebih spesial bagi Ming Ying mengingat beberapa jam sebelumnya, ia dan rekannya Chloe Lai harus mengakui keunggulan Phatsaraphon dan Kulapassr Vijitviriyagul di final ganda putri dengan skor telak 3-0.
Saat kembali berhadapan di nomor tunggal, kedua pemain tampak sangat berimbang di empat gim awal. Phatsaraphon sempat berada di atas angin setelah memenangi gim kelima dengan skor 11-9 dan hanya butuh satu gim lagi untuk meraih gelar keduanya. Namun, Ming Ying memiliki rencana lain dan berhasil membalikkan keadaan.
Seusai pertandingan, Ming Ying mengungkapkan betapa berartinya kemenangan ini bagi dirinya setelah perjuangan keras di sepanjang turnamen.
“Kemenangan ini sangat berarti bagi saya karena ini adalah pertandingan yang sangat sulit, dan saya berhasil menang pada akhirnya. Saya sangat bahagia,” ujar Ming Ying.
Keberhasilan ini tidak hanya menambah koleksi emas bagi Singapura, tetapi juga mempertegas potensi Loy Ming Ying sebagai salah satu bintang masa depan di kancah tenis meja Asia Tenggara.***
Sumber: straitstimes.com
