TENISMEJA.NET – Bintang lokal Hugo Calderano berhasil mempertahankan gelar Tunggal Putra di WTT Contender Rio de Janeiro 2024, memenangkan pertandingan di kandang sendiri di depan para penggemar Brasil.
Calderano meraih kemenangan dengan mengalahkan unggulan ke-6 An Jaehyun dalam straight game (11-7, 11-5, 11-5, 11-6).
Sebagai unggulan teratas dan favorit di turnamen ini, perjalanan Calderano menuju gelar kali ini merupakan sebuah penebusan setelah kekalahan awal pada edisi 2023.
Tahun ini, Calderano meraih gelar Seri WTT keenamnya dan yang pertama musim ini dengan cara yang meyakinkan.
“Saya merasa luar biasa. Suasana di sini sangat luar biasa, bermain di rumah sendiri, saya sangat senang bisa memenangkan gelar ini di sini. Ini sangat penting bagi saya untuk menang di depan keluarga saya dan banyak penggemar dari Brasil. Saya senang bisa membawa pulang trofi ini,” ujar Hugo Calderano.

Selama turnamen, Calderano hanya kehilangan satu game, menunjukkan performa terbaiknya. Dukungan dari para penggemar yang mengenakan baju kuning dan hijau semakin memotivasi Calderano. Sorak-sorai penonton terdengar untuk setiap poin, menciptakan suasana kemenangan yang sangat meriah.
“Olahraga tidak pernah mudah, tetapi semuanya terbayar ketika Anda memiliki momen seperti ini. Suasananya sangat luar biasa di sini, jadi terima kasih banyak kepada semua orang yang mendukung saya di venue dan juga di rumah. Terima kasih banyak,” tambah Calderano.
Meskipun An Jaehyun tidak berhasil menang dalam debut final Tunggal Putra Penantang WTT, ia meraih kesuksesan di Ganda Putra bersama Oh Junsung. Pasangan ini memenangkan gelar dengan mengalahkan Lilian Bardet dan Jules Rolland 3-0 (11-3, 17-15, 11-3).

Di kategori Tunggal Putri, Miyu Nagasaki meraih gelar Seri WTT perdananya dengan mengalahkan juara bertahan Rio, Hina Hayata, dalam pertandingan yang sangat menegangkan, 4-3 (7-11, 2-11, 11-7, 11-8, 11-7, 5-11, 12-10).
Hayata memulai pertandingan dengan baik, memenangkan dua game pertama. Namun, Nagasaki berhasil membalikkan keadaan dengan memenangkan tiga game berturut-turut.
Meskipun Hayata berusaha keras dan mencapai match point, Nagasaki berhasil menyamakan kedudukan dan akhirnya memenangkan dua poin berturut-turut untuk merebut gelar Tunggal Putri Seri WTT pertamanya.
Hasil lengkap dari turnamen ini dapat dilihat di sini.
Acara WTT Contender Series berikutnya adalah di Mendoza, dengan kualifikasi yang akan dimulai pada 27 Mei.***
Sumber Teks & Foto: worldtabletennis.com
