TENISMEJA.NET – Bulan Maret 2026 menjadi periode yang sangat padat bagi kalender tenis meja internasional. Sebanyak sembilan ajang WTT Youth Series digelar di berbagai belahan dunia, memberikan panggung bagi para atlet muda berbakat untuk mengasah mental juara dan meraih prestasi di awal karier mereka.
Berikut adalah rangkuman momen penting dari rangkaian turnamen sepanjang Maret 2026:
Pemain muda berusia 15 tahun, Satya Aspathi, mencuri perhatian di Amerika Selatan. Ia sukses mengawinkan gelar Tunggal Putri U19 dan U17 di Buenos Aires. Tak berhenti di sana, ia menambah koleksi gelarnya di Asunción dengan menjuarai nomor U17, meski harus puas menjadi runner-up di kategori U19 setelah kalah dari Beatriz Fiore.
Sementara itu, Enrique Rios (17 tahun) tampil konsisten sepanjang bulan. Ia meraih gelar U17 di Asunción dan Houston, serta memenangkan gelar Ganda Campuran U19 di Humacao bersama Valentina Davila.
Pemain-pemain asal China menunjukkan dominasi mutlak di daratan Eropa. Di Polandia (Wladyslawowo), mereka menyapu bersih delapan gelar di kategori U19 dan U17. Fei Junhang (U19 Putra) dan Jiang Yiyi (U19 Putri) menjadi bintang utama.
Jiang Yiyi kembali bersinar di Berlin, Jerman, dengan memenangkan kategori U19 dan U17 sekaligus. Dominasi serupa terjadi di Havirov, Ceko, di mana Yao Ruixuan memborong gelar Tunggal Putri U19 dan U17.
Di Bulgaria (Panagyurishte), pahlawan lokal Yoan Velichkov meraih gelar Tunggal Putra U19 setelah melakukan comeback dramatis di perempat final. Di Puerto Rico (Humacao), bintang muda Steven Moreno tampil gemilang dengan mengalahkan Enrique Rios di final U17 Putra.
Dari Amerika Serikat, Sally Moyland—yang sebelumnya tampil di main draw Singapore Smash 2026—berhasil meraih gelar Ganda Campuran U19 di Houston bersama Daniel Tran. Sedangkan Irene Yeoh sukses memborong gelar Tunggal Putri U19 dan U17 di ajang yang sama.
Rangkaian turnamen di bulan Maret ini membuktikan bahwa peta kekuatan tenis meja muda dunia semakin merata, meskipun China masih memegang kendali di beberapa sektor utama. Munculnya nama-nama seperti Satya Aspathi (India), Enrique Rios (Puerto Rico), hingga para pemain dari Chinese Taipei dan Swedia memberikan sinyal bahwa masa depan tenis meja dunia akan sangat kompetitif.***
Source: worldtabletennis.com
