TENISMEJA.NET – Sejarah tercipta di Singapore Smash 2026 Presented by Resorts World Sentosa. Pasangan Brasil, Bruna Takahashi dan Hugo Calderano, menjadi duet non-Asia pertama yang menjuarai nomor ganda di ajang Grand Smash setelah menaklukkan unggulan pertama Lim Jonghoon dan Shin Yubin dengan skor 11-7, 11-6, 13-11.
Menjelang final Ganda Campuran, rekor Calderano/Takahashi melawan pasangan Korea Selatan tersebut terbilang buruk. Mereka dua kali kalah tanpa mampu merebut satu gim pun, termasuk saat tumbang di final WTT Star Contender Ljubljana 2025. Situasi semakin berat karena hanya beberapa jam sebelumnya Calderano tersingkir di Tunggal Putra usai kalah dari Chen Yuanyu.
Namun di partai puncak ini, pasangan Brasil tampil tanpa beban dan langsung menekan sejak awal. Mereka menciptakan lima game point di gim pertama lewat rentetan winner tajam. Lim/Shin sempat mencoba mengejar, tetapi jarak poin terlalu jauh dan gim pembuka menjadi milik wakil Amerika Selatan tersebut.
“Kami bermain semakin baik di setiap turnamen. Kami bahkan tidak berlatih ganda campuran sejak WTT Finals Hong Kong selama dua bulan. Tapi kami merasa berada di jalur yang tepat. Kami bermain luar biasa di sini, terutama di final,” ujar Calderano seusai laga.
Kepercayaan diri itu berlanjut di gim kedua. Calderano/Takahashi kembali unggul cepat 4-1, memanfaatkan variasi servis dan serangan cepat di meja depan. Lim/Shin sempat memangkas jarak menjadi 7-6, namun momentum kembali berpihak kepada pasangan Brasil yang menutup gim kedua dengan meyakinkan.
Baru di gim ketiga pasangan Korea Selatan mampu memimpin, bahkan unggul 4-8. Akan tetapi, ketenangan Takahashi dan Calderano terlihat jelas ketika mereka menyamakan skor. Time-out yang diambil Lim/Shin tak mampu menghentikan laju sang penantang.
Drama memuncak saat Lim/Shin menciptakan game point pertama mereka di laga ini. Reli panjang dan adu serangan keras terjadi jauh di belakang meja, membuat penonton di The Kallang terpaku. Namun kesalahan kecil membuka peluang bagi pasangan Brasil untuk kembali mengambil kendali.
Pada championship point, reli jarak jauh kembali tersaji. Backhand cerdas Calderano menekan Lim sebelum Takahashi mengarahkan bola tajam ke sisi Shin. Pukulan terakhir yang meleset dari meja memicu selebrasi emosional—Takahashi berlutut, sementara Calderano hampir terjatuh karena kegembiraan sebelum keduanya berpelukan.
Kemenangan ini bukan sekadar gelar, melainkan tonggak sejarah bagi tenis meja Amerika Latin. Untuk pertama kalinya, pasangan non-Asia berdiri di podium tertinggi nomor ganda Grand Smash, membuka babak baru persaingan global di level elite.***
Source: worldtabletennis.com
